Tuesday, February 4, 2020

Ular Kapak Borneo (Trimeresurus borneensis)


> Viperidae     Trimeresurus     > Trimeresurus borneensis                        ular sebelum     ular berikut


Ular Kapak Borneo
Bornean Palm Pit Viper
Berbisa Tinggi dan Berbahaya
Suku : Viperidae
Anak Suku : Crotalinae
Marga : Trimeresurus
Spesies : Trimeresurus borneensis
Panjang Maksimum : 73cm

Foto 1 : Variasi warna coklat muda juga dapat ditemukan
Foto 2 : Warna mereka sangat mendukung untuk kamuflause
Foto 3 : Individu dengan variasi warna coklat kegelapan
Foto 4 : Seekor ular muda dengan pola tubuh sangat menarik
Kontribusi pada ekosistem : Menjaga keseimbangan burung, tikus dan tikus pohon. Individu muda biasanya memangsa kodok atau kadal.

Bahaya bagi manusia: Ular ini berbisa tinggi dan dapat menggigit dengan sangat cepat, dan juga dapat sulit dilihat jika tersamar di sekitar vegetasi. Bisa ular ini terutama terdiri dari haemotoksin, gigitan dari ular ini menyebabkan langsung rasa sakit seperti kebakar dan pembengkakan besar pada daerah gigitan. Hanya sedikit gigitan telah terjadi dan tidak pernah terjadi kematian.

Status konservasi dan ancaman : Trimeresurus borneensis tidak memiliki masalah konservasi di Indonesia, dan tidak pernah diperjual belikan sebagai hewan peliharaan.

Persebaran : Kalimantan, Sumatera, Borneo

Ular ini dapat ditemukan pada dataran rendah dan daerah hutan pegunungan hingga ketinggian 1130m. Ular ini termasuk spesies yang tersebar luas di Kepulauan Natuna.

Ular ini biasa ditemukan beristirahat pada vegetasi rendah, semak dan dapat ditemukan hingga ketinggian 3m di atas tanah. Walaupun buntut ular ini kuat dan dapat memegang pada cabang atau ranting pohon, ular ini biasa ditemukan di dasar lantai hutan, khususnya pada individu muda, ular yang lebih tua lebih sering ditemukan di pohon.

Warna ular ini sangat bervariasi, tubuh mereka biasanya memiliki 20-30 bercak-bercak atau garis tebal, biasanya  ditemukan dalam tiga bentuk, coklat dengan corak coklat lebih gelap, kuning terang dengan corak kuning lebih gelap atau coklat muda dengan beberapa pola coklat lebih gelap.

Ular ini memburu mangsanya menggunakan kamuflause sempurna oleh warna tubuh yang dimiliki, ia biasanya menunggu diantara vegetasi rendah atau dedaunan mati untuk menangkap mangsa yang lewat, ia menemukan mangsanya menggunakan rongga hidung yang dapat mendeteksi mangsa berdarah hangat, seperti tikus dan burung, namun ular ini juga akan memangsa pada kadal dan kodok, khususnya pada individu masih muda. Spesies ini sangat mirip dengan Trimeresurus puniceus dan membedakan kedua spesies cukup sulit.

Foto 1 : (Photo courtesy Paul)
Foto 2 : (Photo courtesy antonskrn)


Subspecies yang ada :
  • Tidak ada


    Nama umum
    • Indonesia
      • Ular Kapak Borneo
    • Inggris
      • Bornean Palm Pit Viper


      Spesies lain dalam marga sama :


      Sinonim
      • Atropophis borneensis PETERS 1872
      • Atropophis borneensis — MÜLLER 1887
      • Lachesis borneensis — BOULENGER 1896
      • Trimeresurus borneensis — BARBOUR 1912
      • Lachesis puniceus (nec Cophias punicea BOIE 1827) — BOULENGER 1986
      • Trimeresurus puniceus (partim) — SMITH 1930
      • Trimeresurus borneensis — WELCH 1994: 113
      • Trimeresurus (Craspedocephalus) borneensis — DAVID et al. 2011
      • Craspedocephalus borneensis — WALLACH et al. 2014: 187
      • Craspedocephalus borneensis — GUO et al. 2018 


      Sumber :

      Friday, May 19, 2017

      Ciliwung Reptile Center : Berjasa Tanpa Mencari Keuntungan

      Pusat edukasi ini didirikan oleh sekelompok relawan di Bogor, Jawa Barat, dimana fokus utama mereka adalah untuk melesterikan herptofauna, pusat ini telah didirikan sejak tahun 2015.

      Untuk sekarang, ukuran pusat reptil ini masih kecil, namun mereka masih aktif mengadakan pembicaraan edukatif di banyak sekolah dan komunitas lainnya.

      Bukan hanya itu saja, organisasi ini juga memiliki servis rescue hotline saat manusia berkontak dengan ular, seperti ular memasuki rumah atau berada di dekat kawasan warga (jakartasnakerescue.blogspot.com)
      Semua program yang mereka lakukan bukan untuk mencari keuntungan, melainkan menyebarkan pengetahuan mengenai ular. Untuk kelompok yang tujuan utamanya tidak untuk mencari untung, jasa yang mereka berikan bagi masyarakat sangat bermanfaat.
      Silahkan cek facebook mereka : (https://www.facebook.com/ciliwungrc/)

      Foto oleh Ciliwung Reptile Center

      Ini adalah beberapa foto mengenai ciliwung reptile center (CRC) dan rencana pada masa depannya :

      Foto oleh Ciliwung Reptile Center

      Foto oleh Ciliwung Reptile Center

      Anda dapat membantu CRC bertumbuh dengan membantu beri donasi di https://www.gofundme.com/ciliwung-reptile-center, sekecil apa pun akan sangat berarti!

      Tolong bantu share post ini!

      Monday, August 22, 2016

      Telah ditambahkan informasi mengenai spesies baru

      Setelah lama sekali tidak post, telah ditambahkan informasi mengenai beberapa spesies ular, khususnya dalam keluarga Ular Sanca (Pythonidae) dan beberapa pada Ular Kolubrid (Colubridae) yang menghuni kepulauan bertetangga dengan Australia.
      Morelia amethistina
      - Python bivittatus
      - Malayopython reticulatus
      - Stegonotus borneensis
      Stegonotus cucculatus
      - Psammodynasted pulverulentus
      - Tropidonophis mairii
      Xenochrophis melanzostus
      - Ular Kawat (Ramphotyphlops braminus)
      - Typhlops diardii
      - Typhlops muelleri
      Ular Kukri Coklat (Oligodon purpurascens)
      Dan beberapa lainnya..

      Saturday, June 27, 2015

      Telah Ditambahkan Informasi mengenai 10 Spesies Ular Baru

      Kami telah menambahkan informasi mengenai 10 spesies ular baru, yang banyak darinya merupakan anggota dari keluarga Natricidae, yang merupakan keluarga ular yang belum terlalu diketahui oleh ilmiah dan masih banyak spesies yang belum dikenal. Salah satu informasi yang kami telah ditambahkan mengenai Ular Picung (Rhabdophis subimiatus) yang dulu dianggap berbisa rendah, tetapi sekarang telah dibuktikan berbisa tinggi setelah beberapa kasus gigitan. Juga ada informasi mengenai Macropisthodon flaviceps yang merupakan ular semi akuatik kurang diketahui yang dapat ditemukan di Sumatera. Selain itu, kami juga telah menambahkan informasi mengenai Amphiesma sarawacense, yang merupakan spesies ular menarik endemik dari Kalimantan. Adapun beragam informasi lainnya yang tidak kalah menarik, seperti mengenai Aipysurus eydouxii yang merupakan ular laut pemakan telur ikan.
      Silahkan klik link dibawah ini untuk melihat informasi lebih mengenai spesiesnya :
      Aipysurus eydouxii (Ular Laut)
      Amphiesma flavifrons
      - Amphiesma sarawacense
      Amphiesma stolatum
      Demansia vestigiata (Ular Cambuk Hitam)
      - Dendrelaphis kopsteini
      Dryocalamus subannulatus
      Macropisthodon flaviceps
      Rhabdophis subminiatus (Ular Picung)
      - Lycodon subcinctus (Ular Cicak)

      Thursday, June 11, 2015

      Update : Telah Ditambahkan Informasi Baru Mengenai 9 Spesies Ular!

      Kami telah menambahkan informasi mengenai profil beberapa spesies, dimana beberapa dari mereka merupakan ular yang langka, seperti Ular Terbang Chrysopelea pelias, dan beberapa spesies yang belum terlalu diketahui seperti Xenochrophis maculatus yang sampai sekarang belum diketahui mengenai bisanya. Namun kami juga telah menambahkan informasi mengenai beberapa spesies yang sering ditemukan dan bahkan dapat ditemukan di taman sekitar rumah, seperti Dendrelaphis pictus .
      Silahkan klik daftar link dibawah untuk melihat informasi mengenai masing masing spesies.
      - Chrysopelea ornata
      - Chrsopelea pelias
      Calamaria lumbricoidea 
      - Ptyas Korros
      - Xenochrophis maculatus
      - Lycodon capucinus
      Psamnodynastes pulverulentus
      - Dendrelaphis pictus
      - Calliophis bivirgatus

      Wednesday, June 3, 2015

      Selamat Datang

      Selamat datang di blog Ular Indonesia! Disini anda dapat menemukan banyak info mengenai ular-ular yang berada di Indonesia, yang sangat beragam dan masing-masing memiliki fitur uniknya sendiri, disini disajikan info umum masing-masing spesies uler seperti klasifikasi keluarga serta informasi yang penting mengenai ukuran maksimum setiap spesies, persebarannya, kontribusinya pada ekosistem kami dan status konservasinya serta ancaman yang sedang dihadapi spesies ular tersebut. Selain itu, blog ini juga menyajikan info yang lebih dalam dan jelas mengenai ekologi, sifatnya, habitat, serta cara bereproduksinya. Sekarang saya lagi dalam proses membuat informasi rinci dan jelas mengenai setiap spesies ular-ular berbisa dan juga ular-ular yang tidak berbisa. Bagian yang sudah hampir selesai adalah bagian Colubridae, yang sekarang sudah memiliki sekitar 20 halaman mengenai informasi setiap spesies. Sangat diperlukan dukungan dan bantuannya dari para pembaca untuk membesarkan dan membuat blog ini lebih terkenal sehingga warga Indonesia dapat mengetahui ular lebih baik dari sisi ekologi dan sifatnya di alam, melainkan kehidupannya sebagai hewan peliharaan dan bagaimana mengurusnya. Blog ini memiliki tujuan agar komunitas Indonesia memiliki pandangan yang lebih baik dan ramah kepada ular, serta mengembangkan rasa ketertarikan dan rasa kebanggaan atas keragaman yang negara Indonesia miliki, dimana masih banyak warga Indonesia yang tidak mengetahui banyak mengenai satwa liar yang sebenarnya ada, namun sudah jarang ditemukan karena alasan penghancuran ekosistem, habitat dan dampak negatif lain yang manusia lakukan kepada lingkungan alam. Perlu diketahui bahwa informasi yang ada ini blog ini bersumber dari berbagai macam sumber seperti buku encyclopedia mengenai ular serta website-website yang memberikan informasi tersebut. Gambar-gambar yang digunakan pada blog ini juga bukan milik saya, dan berasal pada pemiliknya masing-masing.
      Seperti kami semua mengetahui, Indonesia adalah negara yang sangat rawan akan perburuan liar dan makin sering kami lihat spesies punah karena sebab ini, maka jadilah masyarakat yang peduli dengan lingkungan, serta menjadi aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan alam, nah ini dapat mulai dilakukan dengan hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak lingkungan sekitar, jika anda menemukan ular dan tidak mengetahui spesies apa, daripada ditangkap dengan ada resiko anda digigit oleh ular yang berbisa, sebaiknya dibiarkan saja, difoto jika ingin mengetahui spesiesnya apa dan silahkan ditanyakan kepada para penggemar reptil biasanya pada facebook, atau kaskus, dimana banyak orang yang sedia membantu para pendatang baru dalam dunia reptil yang mengaggumkan ini. Itu saja dari saya dan semoga hari ularmu menyenangkan